Selasa, 24 April 2012


 



kata pembuka

Indonesia adalah negara yang di sebut Nusantara dan terdiri dari belasan ribu pulau. isolasi oleh laut memungkinkan beragam adat istiadat, kepercayaan, asitektur, bahasa, pakaian dan kuliner tumbuh menjadi budaya lokal yang memperkaya budaya nasional.

laut yang mendamparkan sebuah patung ke pantai Larantuka, yang akan mewarnai iman dan kepercayaan selama beratus-ratus tahun kemudian. iman dan kepercayaan ini di tuangkan dalam ritual Devosi yang sangat unik. kita bisa melihat ritual dan porsesi patung Tuan Ma yang hanya di lakukan saat menjelang paskah. saya mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisara, Nusa Dua, Bali menuliskan uraian singkat ritual Semana Santa.
  
 

SEMANA SANTA
dalam bahasa Portugis, Semana Santa artinya Pekan Suci. Semana Santa adalah ritual menjelang Paskah - memperingati wafat dan kebangkitan Yesus - yang terdiri dari arak-arakan penuh campuran doa dan nanyian berbahasa Latin dan Portugis. yang menonjol pada porsesi ini adalah perarakan patung Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus Kristus).

Asal - Usul
Tahun 2010, tepat 5 abad perayaan Semana Santa. Lima ratus tahun yang lalu, seorang anak laki-laki, bernama Resiona menemukan sebuah patung yang terdampardi pantai Larantuka. Patung itu berasal dari kapal Portugis yang karam. Konon pada awalnya, yang di temukan Resiona bukanlah sebuah patung, melainkan seorang perempuan. Kedika Resiona menanyakan namanya, perempuan itu hanya menuliskan tiga kata yang tidak di pahami olen Resiona. Kemudian perempuan itu berubah menjadi patung. Oleh warga setempat, patung itu disbut sebagai patung Tuan Ma, yang artinya Tuan Mama. Para penduduk sangat menghormati patung tersebut dengan cara memujanya.mereka juga menyajikan sesaji pada saat panen.

Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, para misionaris Katolik tiba di Larantuka. Tiga kata yang di tuliskan itu, kemudian di terjemahkan oleh misionaris Dominikan. Tiga kata itu adalah Reinha Rosario Maria. Setelah para misionaris melihatnya, ternyata patung itu adalah Reinha Rosari yang di kenal juga sebagai patung Mater Dolorosa atau Bunda Maria Berdukacita atau Mesericordia.


Samana Santa
perayaan Semana Santa di awali dengan masa puasa atau masa pra-paskah. Masa puasa di mulai pada hari Rabu Abu. tujuan masa puasa ini adalah mempersiapkan umat untuk menyambut masa sengsaradan kebangkitan Tuhan. Dalam tradisi umat di Larantuka, masa pra-paskah ini di isi dengan kefiatan Lamentasi Semana. Baru kemudian memasuki Minggu Palem (Dominggu Ramu), yaitu: Rabu Trewa, Kamis Putih, Jum'at Agung, Sabtu Agung (Sabtu Santo), dan Porsesi  Minggu Alleluya. 
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing kegiatan tersebut.

  1. Lamentasi Semana adalah kegiatan membaca doa pada setiap hari jumat dan sabtu selama masa pra-paskah. Lamentasi Semana dibuka oleh Conferia (Kelompok kerasulan Awam / Laskar Maria) pada hari Rabu Abu, selanjutnay dipimpin secara bergantian oleh 13 suku yang ada. Lamentasi Samana jatuh pada hari Rabu Trewa, yaitu hari rabu pada pekan suci paskah, sehari sebelum Kamis Putih.
  2. Pekan Suci Paskah di awali sejak hari Minggu Palem atau Domingu Ramu. Perayaan ini dilakukan untuk mengenang peristiwa Yesus masuk ke Yerusalem dan dielu - elukan dengan daun palem. Conferia melakukan arak - arakn dengan mengelingi gereja untuk mengenang peristiwa tersebut. Conferia yang memegang salib akan mengetuk pintu gereja sebanyak tiga kali. Setelah itu pintu gereja baru di buka kembali.
  3. Rabu trewa diisi dengan pembacaan doa. Pagi hari di Kapela Maria di laksanakan kegiatan lamentasi Semana patung oleh Suku Kapitan Jentera. Pada sore hari, ibu - ibu berambut putih dengan usia sekitar 70 berkumpul dan melafalkan doa untuk Tuan Mardomu Pintu Tuan Ma. Menjelang malam hari Conferia bersamamelaksanakan upacara lamentasi Ratapan Nabi Yeremia di gereja Katedral. di akhir acara, orang - orang membuat bunyi sambil berteriak; " Trewa! Trewa! Trewa! ". Kegaduhan itu menghantar pada suasana berkabung dan tenang pada malam hari itu. Setelah upacara selesai, warga di harapkan tidak berpesta dan membuat keribuan lagi
  4. Kamis Putih. Perayaan tradisional pada hari Kamis Putih di awali dengan perayaan ekaristi. kemudian dilanjutkan dengan upacara Muda tuan, yaitu upacara yang memandikan patung Tuan Ma yang di lakukan oleh Conferia dengan aturan yang ketat dan di bawah sumpah. Setelah Muda Tuan selesai, di lanjutkan dengan uapcaa mencium patung Tuan Ma. kegiatan ini bisa berlangsung semalam suntuk, bahkan sampai jum'at siang.
  5. Jum'at Agung. hari Jum'at Agung adalah peringatan sengsara dan wafat Yesus. Dalam rangkaian upacara Semana Santa , Jum'at Agung di rayakan dengan ziarah Iman ke Kapela Tuan Ana dan Kapela Maria. Pada kesempatan ini dilakukan penghormatan dengan mencium patung Tuan Ma dan Tuan Ana. Upacara di lanjutkan dengan perakan patung Tuan Meniu, sebuah peti kecil yang di anggap sebagai peti anak - anak Yesus, sebagai lambang penggenapan janji Tuhan. Patung tersebut diarak melalui laut larantuka dari Kota larantuka menuju ke Pantai Kuce. setelah tiba di pantai, pantai tersebut diarak lagi sampai ke Armida Tuan Meniu. Setelah arak - arakan patung Tuan Meniu menuju Armida Tuan Meniu, upacara berikutnya adalah Devosi Prosesi mengantar Tuan ma dan Tuan Ana ke gereja Katedral. Kemudian di lanjutkan dengan kebangkitan mengenang wafat Yesus. Setelah itu dilakukan ziarah ke makam sanak saudara yang telah meningal.
  6. Sabtu Agung / Sabtu Santo. Devosi di lanjutkan dengan mengembalikan Patung Tuan Ana dan Tuan Ma ke kapela Tuan Ana dan kapela Maria. Conferia kemudian melakukan upacara Kesumi, yaitu mengembalikan Patung Tuan Ana dan Tuan Ma ke tempatnya semula. Setelah itu di Kapela Tuan Ana dilangsungkan upacara Serah Punto Dema. Penyerahan ini dilakukan dari Tuan Mardomu yang baru selesai bertugas dan Tuan Mardomu tahun berikutnya. Hari ini ditutup dengan perayaan meriah menyambut kebangkitan Yesus Kristus di Gereja katedral Larantuka.
  7. Prosesi Alleluya. Semana Santa ditutup dengan perayaan misa Paskah bersama Patung Maria Alleluya. Pada jam16.00 hari Minggu Paskah  diadakan pearakan Patung Maria Alleluya dari kapela Maria ke Gereja Reinha Rosari olen Conferia dan umat lingkungan sekitar. Patung tersebut di tahtakan di samping altar. Kemudian pada jam 17.00 perayaan ekaristi di mulai. Patung Maria Alleluya yang bersuka cita karena kebangkitan ini. Setelah Perayaah ekaristi selesai, Patung Maria Alleluya diarak kembali ke kapela Maria. devosi ini ditutup dengan lagu "Vergen Mai De Doe" ( Perawan dan Bunda Allah ) dan doa singkat dari Conferia.



Chester Daton
25 april 2012